Selasa, 27 Agustus 2013

Atau

Ini itu.
Banyak hal terlewat tanpa sempat tercatat.
Singgah sejenak atau menetap.

Aku.
Kamu.
Dia.
Kita.
Mereka .
Kami.
Bersama atau (kemudian) berpisah.
Singgah sejenak atau menetap.


Rasa.
Singgah sejenak atau menetap.
Bertumbuh atau (kemudian) hilang.
Dipaksa hilang atau hilang oleh waktu.

Sebuah kisah.
Terulang atau terlupa.
Terkikis atau tak lekang oleh waktu.





Rabu, 15 Mei 2013

Pamit

"Assalamu'alaykum
Sahabatku, aq & suami mau pamit nih
Mau ke semarang&mulai menetap di sna
Mhon ma'af klo slma ini ada salah & trima kasih utk kebaikannya
Miss u"
ーICZ, 12 April 2013

Satu per satu sahabatku menggenapkan agamanya, lalu pergi dibawa suaminya.
Sepuluh tahun lebih kita kenal meski tidak selalu bersama.
Semoga kehidupanmu dan keluarga barumu selalu berkah, sakinah, mawadah, warrohmah.
:)

Minggu, 05 Mei 2013

Mufon, katanya...

"....mufon kan cuma kmu yg bs nilai, bisa ngelepas, blm tentu bs ngelupain kaan..?"
ーRPS, 30 Maret 2013

Minggu, 04 November 2012

Penyeimbang Hidup

Apa sih? Setelah berabad-abad berbulan-bulan hiatus, sekarang mau ngasih tips dan trik soal bagaimana menyeimbangkan hidup yang baik, ya? 

Bukaaan.. Bukaaaann..

Ini tentang idola sepanjang zaman setelah Rasulullah SAW.

Tentang seseorang yang dengan nyawanya membawaku melihat dunia.

Ummi.

Ibu.

Satu kata di atas langsung membuatku melankolis setelah mengetikkannya. Siapa yang tidak tau "Ibu"? Bahkan janin pun mengetahuinya.

Jadi gini, dari selama ini sejak baru lahir sampai sekarang aku ngetik ini pun, aku tinggal bareng sama Mbah Uti, ibunya Ummi. Dan minggu lalu itu Mbah masuk rumah sakit. Penyakit biasa, kalo lagi banyak pikiran atau lagi mikirin sesuatu yang bikin hati ngga tenang, pasti kambuh. Selalu gitu. Masalahnya adalah, akhir-akhir ini Mbah makin sering sakit (hampir tiap minggu pasti kambuh), dan minggu lalu itu cukup parah sampe harus rawat inap di rumah sakit sampe sekitar 4 harian.

Dan, ngga ada yang bisa menjaga Mbah sebaik Ummi. Jadilah Ummi orang yang berada di-list paling atas sebagai penjaga tetap Mbah selama di RS. Pertama kali Mbah dibawa ke RS, orang rumah pada heboh. Kakak (lain kali aku bakal cerita soal orang ini), adik pertama (anak ini juga bakal aku ceritain lain waktu), dan sepupu yang tingga di rumah semuanya nganter Mbah ke RS naik taksi, suami kakak naik motor. Ummi nyusul ke RS karena entah kenapa pas lagi keadaan genting gitu sempet-sempetnya mules. Aku? Disuruh jaga rumah dengan cantik.

Beres soal penempatan kamar, Ummi pun nyusul abis shalat isya. Sejak malam itu Ummi terus jagain Mbah. Baru besok siangnya Ummi tukeran shift sama aku sampai abis isya. Sebisa mungkin ngga Ummi terus-terusan yang jaga Mbah di RS, karena lebih gawat kalo Ummi sampe sakit nanti. Tapi yaa, memang mau ngga mau lebih banyak waktu yang Ummi habiskan di sana selama 4 hari itu. Aku, adikku, atau siapa pun yang menggantikan shift Ummi, ngga seberapa banyak terambil waktunya.

Satu hal yang aku rasakan selama Ummi ngga di rumah adalah, 

SEPI.

Rumah bener-bener terasa kosong karena memang yang menghuni rumah tempat aku tinggal itu cuma Mbah, Ummi, Aku, Adik pertama, dan Mbak. Sepupuku juga sih, tapi sifatnya nomaden, di hari-hari tertentu dia pulang juga ke rumahnya. Dengan ketiadaannya Mbah dan Ummi, rumah sudah cukup sepi. Apalagi begitu aku pulang ngajar sore, sampai rumah cuma ada si Mbak. Adikku belum pulang kuliah, seringnya malam. Sepupu juga pulang kantor lepas maghrib.

Yang paling terasa adalah saat jam santai nonton tv di rumah. Biasanya ramai ada celetukan-celetukan, atau komentar di ruang keluarga. Tapi kali ini aku SENDIRIAN. Dan ternyata nonton sendirian itu bisa juga ngga asik.. Beberapa saat aku bener-bener ngerasa kosong.

Aku merasakan kembali. Bahwa bagiku, Ummi,

adalah seorang Ibu
juga seorang Ayah yang hebat

adalah seorang pengajar
dan pemberi contoh yang ulung

adalah seorang keluarga
sekaligus sahabat tanpa ampun
 
adalah seorang pelawak andal sepanjang masa
hingga aku tersedak karena tawa

adalah pemicu tangis terhebat
hingga aku tergugu dengan dahsyat

adalah sumber kebahagiaan tanpa batas
hingga tak mampu untuk sekedar meranggas

adalah penghancur rasa sejati
hingga aku tak sanggup lagi untuk sekedar berdiri


 Dan,


aku menyadari satu arti baru dari kata "Ibu";

PENYEIMBANG HIDUP.


butterfly's effect










I’m standing in the rain for hours
Watching my life passing me by in a rearview mirror
I can’t find that ctrl+z key
Because life isn’t an undo-able thing, honey

I wish I could turn back the time…
To fix all the stupid things I’ve done…
To wipe all the tears I’ve made….
And to give all my heart I had

But what if what my heart have said was wrong
And what if the correction I made…I didn’t make things better
But I made things worse
Who can tell?

But although we could undo our life…and our mistakes
Life will still find its way

Maybe I just have to press ctrl+s keys, and keep on writing my life
And hoping those mistakes would be a good teacher for me, someday.

Or maybe i have to re-install my brain tonight
And stop talking about this damn butterfly’s effect

@dendiriandi